GARISBAWAH.COM, JAKARTA — PTPN IV PalmCo terus mempercepat penguatan tata kelola dan penerapan standar global di seluruh wilayah operasional. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk memastikan kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit berjalan semakin terstandar, aman, efisien, berkelanjutan, serta mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang.
Hingga Agustus 2026, sebanyak 176 unit telah tersertifikasi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, 143 unit ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan, dan 191 unit menerapkan Sistem Manajemen K3 berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012. Selain itu, 3 unit telah tersertifikasi ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan dan 8 unit ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Pada aspek keberlanjutan, sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) telah mencakup 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan sertifikasi tidak dipandang sebatas pemenuhan persyaratan administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem kerja yang konsisten di seluruh wilayah perusahaan.
“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” ujar Jatmiko.
Dari sisi pencapaian target, realisasi ISO 9001 hingga Agustus 2026 telah mencapai 85 persen, ISO 14001 sebesar 69 persen, sementara Sistem Manajemen K3 mencapai 59 persen dari target. Perusahaan memproyeksikan seluruh target sertifikasi Sistem Manajemen dapat tercapai 100 persen pada Desember 2026.
Percepatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat perlindungan terhadap pekerja. Penerapan Sistem Manajemen K3 diarahkan agar aspek keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi menjadi bagian yang melekat dalam setiap proses operasional.
Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan penguatan berbagai standar tersebut berjalan seiring dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Menurutnya, standar keberlanjutan perlu diterapkan secara terukur dan terintegrasi agar memberikan dampak nyata terhadap kegiatan perusahaan.
“Implementasi ESG harus tercermin dalam cara perusahaan menjalankan kegiatan operasional. Karena itu, penguatan standar kami arahkan untuk memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola berjalan secara terukur dan terintegrasi,” kata Ugun.
Selain memperkuat standar manajemen, PTPN IV PalmCo juga mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan limbah kelapa sawit. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai tambah bagi perusahaan.
“Implementasi ekonomi sirkular menjadi bagian dari upaya kami menciptakan nilai dari setiap sumber daya yang dimiliki, termasuk melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit. Dengan demikian, tantangan lingkungan dapat ditangani sekaligus membuka peluang nilai tambah secara keekonomian,” ujar Ugun.
Ke depan, perusahaan akan mempercepat penyelesaian sejumlah aspek yang masih menjadi tantangan dalam pencapaian sertifikasi. Untuk program RSPO, fokus antara lain diarahkan pada penyelesaian proses Land Use Change Analysis (LUCA) serta klarifikasi atas hasil review LUCA.
Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda strategis PTPN IV PalmCo untuk memastikan penerapan standar keberlanjutan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi, tetapi diterjemahkan menjadi praktik kerja yang konsisten di seluruh regional. Penguatan sistem manajemen mutu, lingkungan, K3, keamanan pangan, anti penyuapan, kompetensi sumber daya manusia, serta sertifikasi RSPO dan PROPER menjadi fondasi untuk membangun operasional yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.
Melalui akselerasi sertifikasi di berbagai unit dan kebun, PTPN IV PalmCo menargetkan peningkatan kepatuhan terhadap standar nasional maupun global, pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab, pengurangan risiko lingkungan, serta peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional. Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat kinerja perusahaan sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, pekerja, dan para pemangku kepentingan. (red)

