Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • BPC HIPMI Labuhanbatu Bagikan Masker kepada Masyarakat di Tengah Kepungan Asap di Rantauprapat
    • Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos
    • Soroti Dugaan Penyimpangan Rp73,8 Miliar di PT PSU, FKMM Sumut Geruduk Kejatisu
    • Aminullah Siagian Terima Mandat Forum Alumni UINSU Jabodetabek, Siapkan Penguatan Jejaring Alumni
    • Pencurian TBS Sawit Dinilai Terorganisir, Petani dan Pekerja Minta Penegakan Hukum Diperkuat
    • Siswa MAN Karo Raih Gold Medal WICE 2026 Malaysia Lewat ECORED
    • Tragedi Aris Sanda di Papua, GP Al Washliyah Kecam Keras KKB dan Dukung TNI-Polri Bertindak Tegas
    • Pergantian Mendadak, Kredibilitas Fiskal, dan Pertanyaan yang Harus Dijawab Presiden
    Facebook X (Twitter) Instagram
    garisbawahgarisbawah
    • Home
    • Nasional
    • Sumut
    • Medan
    • Politik
    • Opini
    • Peristiwa
    • Gaya Hidup
    garisbawahgarisbawah
    Home»Jakarta»Rocky Gerung Ingatkan Ekonomi Konstitusi Harus Diterjemahkan ke Ekosistem Ekonomi
    Jakarta

    Rocky Gerung Ingatkan Ekonomi Konstitusi Harus Diterjemahkan ke Ekosistem Ekonomi

    Garis BawahBy Garis Bawah28 Agustus 2026 Jakarta
    Para pembicara dalam Discourse Forum Reform Syndicate bertajuk “Menegakkan Ekonomi Konstitusi: Agenda Strategis Mewujudkan Kemerdekaan Ekonomi Rakyat Indonesia” di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Dok/Istimewa)

    GARISBAWAH.COM, Jakarta – Cendekiawan dan pengamat politik Rocky Gerung menilai keberhasilan kebijakan ekonomi tidak cukup diukur dari besarnya anggaran maupun banyaknya program pemerintah. Menurutnya, kebijakan harus mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

    Hal itu disampaikan Rocky dalam Discourse Forum Reform Syndicate bertajuk “Menegakkan Ekonomi Konstitusi: Agenda Strategis Mewujudkan Kemerdekaan Ekonomi Rakyat Indonesia” di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).

    “Perlu diuji apakah dengan kebijakan ini bisa meningkatkan produktivitas nasional, bisa meningkatkan kesejahteraan. Apakah dengan kebijakan ini kantong masyarakat desa ini meningkat, kantong daerah meningkat,” kata Rocky.

    Ia juga menekankan pentingnya institusi yang kuat agar kebijakan ekonomi dapat berjalan efektif.

    “Tujuan dan konsep baru ini hanya akan bisa berjalan dengan institusi yang baik,” ujarnya.

    Direktur Eksekutif Reform Syndicate Muh. Jusrianto mengatakan program pemerintah seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan kampung nelayan, dan hilirisasi sumber daya alam perlu diuji berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945.

    Menurut Jusrianto, intervensi pemerintah harus diikuti pembangunan ekosistem ekonomi yang mampu menjadi pengungkit bagi masyarakat.

    “Dengan adanya intensi dan intervensi ini, ekosistem harus terbangun dengan baik, sehingga ini menjadi leverage dan pemicu bagi masyarakat di kalangan bawah. Goal point-nya sama untuk kemakmuran dan sesuai dengan amanat undang-undang,” tegasnya.

    Sementara itu, Direktur Riset Reform Syndicate Moh. Jawahir menilai penguatan koperasi harus berlandaskan prinsip kebersamaan dan asas kekeluargaan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya dibentuk sebagai kelembagaan, tetapi harus terintegrasi dengan petani, nelayan, UMKM, dan sektor produktif lainnya.

    “80 ribu koperasi yang menjadi target pemerintah itu sebetulnya tinggal kita kuatkan lagi dengan bagaimana kita membangun desanya, sehingga koperasi itu tidak hanya menjadi siklus ekonomi biasa, tapi bisa menjadi operator bagi petani, bagi nelayan, dan terintegrasi dengan UMKM,” kata Jawahir, yang merupakan lulusan Tsinghua University.

    Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum PB HMI periode 2024–2026 Bagas Kurniawan. Ia menilai intervensi pemerintah diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi yang belum terbentuk, namun tidak cukup dilakukan melalui pendekatan top-down.

    Menurut Bagas, pembangunan koperasi harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta terhubung dengan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

    “Itulah yang harusnya dibangun oleh koperasi, intervensi pemerintah. Iya, tetapi tidak hanya mengintervensi atau tadi bahasa kebijakan itu top-down. Tapi bagaimana ekosistemnya terbangun,” kata Bagas, yang juga mahasiswa doktoral IPB.

    Bagas juga mengingatkan agar penilaian terhadap kebijakan pemerintah tetap berbasis data dan tidak semata-mata dipengaruhi persepsi di media sosial. Menurutnya, program strategis pemerintah harus dapat dibuktikan melalui dampak nyata di lapangan.

    “Kita tidak mampu memvalidasi bahwa itu benar atau tidak. Memang benar adanya, salah satu contoh misal koperasi ada yang di tengah hutan, di atas gunung, di pinggir laut, itu betul. Tetapi yang menjadi poin-poin utama dalam kajian kami adalah bagaimana janji pemerintah, program strategis yang sudah dijalankan ini tidak sekadar menjadi hamparan di atas kertas,” tegasnya.

    Diskusi tersebut menegaskan bahwa ekonomi konstitusi tidak cukup berhenti pada tataran gagasan. Amanat Pasal 33 UUD 1945 perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan ekosistem ekonomi yang mampu mendorong produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Red)

    diskusi publik indonesia pemerintahan prabowo-gibran rocky gerung
    Share. Facebook Telegram Email WhatsApp Threads

    Berita Terkait

    Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos

    12 Oktober 2026

    Siswa MAN Karo Raih Gold Medal WICE 2026 Malaysia Lewat ECORED

    24 September 2026

    Tragedi Aris Sanda di Papua, GP Al Washliyah Kecam Keras KKB dan Dukung TNI-Polri Bertindak Tegas

    19 September 2026
    Berita Terbaru
    Labuhanbatu

    BPC HIPMI Labuhanbatu Bagikan Masker kepada Masyarakat di Tengah Kepungan Asap di Rantauprapat

    By Garis Bawah16 Oktober 202612

    GARISBAWAH.COM, RANTAUPRAPAT – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda…

    Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos

    12 Oktober 2026

    Soroti Dugaan Penyimpangan Rp73,8 Miliar di PT PSU, FKMM Sumut Geruduk Kejatisu

    9 Oktober 2026

    Aminullah Siagian Terima Mandat Forum Alumni UINSU Jabodetabek, Siapkan Penguatan Jejaring Alumni

    8 Oktober 2026
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • TikTok
    GarisBawah
    GarisBawah

    Memberikan informasi terpercaya dan akurat.

    Facebook Instagram YouTube TikTok
    Pilihan

    BPC HIPMI Labuhanbatu Bagikan Masker kepada Masyarakat di Tengah Kepungan Asap di Rantauprapat

    16 Oktober 2026

    Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos

    12 Oktober 2026

    Soroti Dugaan Penyimpangan Rp73,8 Miliar di PT PSU, FKMM Sumut Geruduk Kejatisu

    9 Oktober 2026
    Populer

    Praktisi Hukum Irham Lubis, M.H Soroti Kinerja Bupati Madina, Dorong Kerja Nyata untuk Masyarakat

    27 Agustus 202678

    Dulu Nangis Minta Keyboard, Anak Wartawan Ini Kini Jadi Saxophoneist dan Sandang Gelar S.Pd

    29 Agustus 202638

    YSW Merdeka Cup 2026: 48 Tim Adu Strategi dalam Tournament Truf Gembira di Cempaka Putih

    23 Agustus 202633
    © 2026 garisbawah.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.