Oleh: B J Waruwu
Alumni HMI Cabang Medan
GARISBAWAH.COM, Beberapa hari ke depan, Majelis Daerah KAHMI Medan akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih Imam baru periode 2026–2031. Momentum ini menjadi ruang penting bagi seluruh alumni HMI di Kota Medan untuk menentukan ke mana arah organisasi akan dibawa dalam lima tahun mendatang.
Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Musda seharusnya menjadi momentum evaluasi sekaligus menentukan desain besar KAHMI Medan agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan para alumninya.
Bagi alumni HMI golongan muda, ada satu hal yang perlu disampaikan kepada para calon Imam MD KAHMI Medan: KAHMI jangan berhenti pada kegiatan seremonial.
Jalan sehat, silaturahmi, kegiatan sosial dan berbagai aktivitas kebersamaan tentu memiliki nilai positif. Namun, pertanyaannya, apakah kebutuhan alumni, khususnya generasi muda, sudah benar-benar terakomodasi?
Realitas kehidupan alumni HMI hari ini semakin kompleks. Banyak alumni muda sedang berjuang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3, mencari informasi dan akses beasiswa, membangun karier di dunia akademik, politik, birokrasi maupun sektor profesional. Tidak sedikit pula yang sedang merintis usaha dan membutuhkan jejaring, pendampingan, akses permodalan hingga ruang kolaborasi.
Di sinilah seharusnya MD KAHMI Medan hadir.
Bukan hanya sebagai ruang silaturahmi, tetapi sebagai rumah besar alumni yang mampu mempertemukan potensi, kebutuhan, gagasan dan jejaring para alumninya.
Dari Silaturahmi Menuju Pemberdayaan
KAHMI memiliki modal luar biasa berupa jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor kehidupan. Ada akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, profesional, aktivis, praktisi hukum, pekerja sosial dan berbagai profesi lainnya.
Persoalannya bukan kekurangan sumber daya manusia, tetapi bagaimana potensi tersebut dikonsolidasikan menjadi kekuatan bersama.
Karena itu, MD KAHMI Medan ke depan membutuhkan desain pemberdayaan alumni yang lebih konkret. Misalnya, membangun KAHMI Scholarship Center sebagai pusat informasi beasiswa dan studi lanjut, forum mentoring karier yang mempertemukan alumni senior dengan alumni muda, forum kewirausahaan dan bisnis alumni, serta ruang diskusi akademik dan profesional.
Bahkan, bila memungkinkan, KAHMI dapat membangun KAHMI Career Network yang mempertemukan alumni yang membutuhkan peluang dengan alumni yang memiliki jejaring dan akses.
Dengan cara seperti itu, KAHMI tidak hanya menjadi tempat bertemu, tetapi menjadi tempat bertumbuh.
Alumni Muda Bukan Sekadar Peserta Kegiatan
Ada kecenderungan organisasi alumni lebih banyak memosisikan generasi muda sebagai peserta kegiatan. Padahal, alumni muda semestinya dipandang sebagai aset strategis organisasi.
Mereka memiliki energi, kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, jejaring digital dan perspektif yang lebih dekat dengan perkembangan zaman.
Pemberdayaan alumni muda bukan berarti mengesampingkan senioritas. Justru, hal tersebut harus menjadi bagian dari kesinambungan kaderisasi dan regenerasi organisasi.
Alumni senior memiliki pengalaman, jaringan dan kebijaksanaan. Alumni muda memiliki energi, kreativitas dan keberanian mengambil risiko. Jika keduanya dipertemukan dalam ruang kolaborasi yang sehat, KAHMI akan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar.
Inilah yang semestinya menjadi salah satu agenda besar Imam MD KAHMI Medan periode mendatang.
Dari Medan untuk Sumatera Utara
KAHMI Medan juga tidak boleh hanya berpikir tentang dirinya sendiri.
Medan merupakan salah satu episentrum intelektual, politik, ekonomi dan sosial di Sumatera Utara. Karena itu, kekuatan alumni HMI di Medan seharusnya mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah.
Bayangkan jika seluruh potensi alumni dapat dikonsolidasikan dengan baik.
Alumni muda yang memiliki kompetensi akademik difasilitasi melanjutkan studi. Alumni yang memiliki kapasitas bisnis diberikan ruang berkolaborasi. Alumni yang masuk ke dunia politik dibekali gagasan dan integritas. Alumni yang berada di birokrasi dapat menjadi jembatan bagi lahirnya kebijakan publik yang lebih baik.
Jika potensi itu terkonsolidasi, daya gedor KAHMI Medan akan semakin kuat.
Bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, tetapi menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan integritas untuk mengisi ruang-ruang kepemimpinan publik.
Imam Baru Harus Membawa Gagasan Baru
Karena itu, Musda KAHMI Medan ke-VII seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan: siapa yang akan menjadi Imam?
Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang akan dilakukan Imam terpilih setelah terpilih?
Program apa yang akan ditawarkan? Bagaimana pemberdayaan alumni muda dilakukan? Bagaimana KAHMI merespons kebutuhan alumni di tengah perubahan dunia kerja? Bagaimana membangun ekosistem bisnis alumni? Bagaimana membantu alumni yang ingin melanjutkan pendidikan? Bagaimana memperkuat jejaring akademik, profesional dan politik?
Dan yang tidak kalah penting, bagaimana menjadikan KAHMI sebagai rumah bersama yang inklusif bagi seluruh alumni HMI?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab oleh setiap kandidat.
Sebab, memilih Imam bukan sekadar memilih figur yang mampu memimpin organisasi secara administratif. Kita membutuhkan figur yang memiliki integritas, kapasitas, visi dan kemampuan membangun kolaborasi.
Kanda-Yunda, Saatnya Memilih dengan Gagasan
Kepada seluruh alumni HMI Kota Medan, khususnya alumni golongan muda, Musda kali ini adalah kesempatan untuk menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
Jangan hanya melihat siapa yang paling dikenal. Jangan hanya melihat siapa yang paling banyak jaringan. Tetapi lihat pula siapa yang memiliki gagasan paling konkret untuk membawa KAHMI Medan menjadi organisasi yang lebih bermanfaat bagi seluruh alumninya.
Kita membutuhkan Imam yang mampu menjadi penghubung antara generasi senior dan generasi muda. Imam yang mampu mengubah jejaring menjadi kekuatan, pengalaman menjadi pengetahuan, dan potensi alumni menjadi karya nyata.
Sebab pada akhirnya, KAHMI bukan sekadar tempat berkumpulnya para alumni HMI. KAHMI adalah rumah besar yang seharusnya membuat setiap alumninya memiliki ruang untuk tumbuh dan berkontribusi.
Maka, izinkan bisikan kecil dari alumni HMI golongan muda ini sampai kepada para calon Imam MD KAHMI Medan:
Kanda-Yunda, MD KAHMI dibentuk bukan sekadar untuk jalan sehat.
Jalan sehat boleh menjadi sarana menjaga kebugaran dan mempererat silaturahmi. Tetapi setelah jalan sehat selesai, harus ada jalan yang lebih panjang untuk membawa alumni menuju masa depan: jalan pendidikan, jalan karier, jalan kewirausahaan, jalan pengabdian dan jalan kepemimpinan.
Di situlah sesungguhnya KAHMI dibutuhkan.
Semoga Musda KAHMI Medan ke-VII melahirkan Imam yang tidak hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga mampu menghidupkan gagasan, menggerakkan potensi dan membuka jalan bagi generasi alumni HMI berikutnya.
Karena organisasi yang besar bukan hanya organisasi yang ramai kegiatannya, tetapi organisasi yang mampu membuat anggotanya tumbuh, berdaya dan memberi manfaat bagi masyarakat. (Red)

