GARISBAWAH.COM, MEDAN—PD II GM FKPPI dan Satgas GM FKPPI Sumatera Utara mendesak kepolisian mengusut dugaan penyerangan terhadap massa aksi yang terjadi di depan Capital Building Medan.
Massa sebelumnya menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Dalam aksi itu, massa antara lain menyuarakan dugaan peredaran narkotika, dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa kelengkapan pita cukai resmi, serta dugaan persoalan perpajakan yang mereka minta ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
Namun, saat aksi berlangsung, massa mengaku didatangi dan diduga diserang oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian GM FKPPI dan Satgas GM FKPPI Sumut.
Kabid Hukum dan HAM Satgas GM FKPPI Sumut, Sutoyo, S.H., meminta kepolisian tidak hanya mengidentifikasi pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menggerakkan atau memfasilitasi penyerangan tersebut.
“Kalau benar ada yang mengerahkan OTK, jangan hanya menangkap pelaksana. Bongkar siapa yang berada di baliknya,” ujar Sutoyo.
Sutoyo juga mempertanyakan pengamanan saat kejadian. Menurut dia, berdasarkan keterangan pengurus yang berada di area parkir Capital Building, terdapat personel kepolisian di sekitar lokasi ketika dugaan penyerangan berlangsung.
“Kami mendapat keterangan bahwa personel kepolisian berada di lokasi. Karena itu, kami meminta penjelasan mengenai bagaimana pengamanan dilakukan ketika massa aksi diduga diserang,” katanya.
Menurut Sutoyo, proses penanganan perkara harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan bukti.
“Setiap aksi telah kami komunikasikan kepada pihak kepolisian agar berjalan aman dan tertib. Kami hanya meminta hukum ditegakkan dan seluruh fakta dibuka secara terang,” ujarnya.
GM FKPPI dan Satgas GM FKPPI Sumut menyatakan akan menempuh langkah hukum serta mempertimbangkan aksi lanjutan apabila dugaan penyerangan tersebut tidak ditangani secara serius dan transparan.
“Kami tidak mencari keributan. Tetapi jika persoalan ini tidak ditangani dengan serius, kami siap melakukan aksi lanjutan dalam jumlah massa yang lebih besar,” tegas Sutoyo.
Hingga berita ini ditulis, dugaan adanya pihak yang menggerakkan penyerangan maupun keterlibatan pihak tertentu masih merupakan klaim yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan. Konfirmasi dari pihak kepolisian dan pengelola Capital Building diperlukan untuk memperoleh informasi yang berimbang mengenai peristiwa tersebut. (Red)

