Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • BPC HIPMI Labuhanbatu Bagikan Masker kepada Masyarakat di Tengah Kepungan Asap di Rantauprapat
    • Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos
    • Soroti Dugaan Penyimpangan Rp73,8 Miliar di PT PSU, FKMM Sumut Geruduk Kejatisu
    • Aminullah Siagian Terima Mandat Forum Alumni UINSU Jabodetabek, Siapkan Penguatan Jejaring Alumni
    • Pencurian TBS Sawit Dinilai Terorganisir, Petani dan Pekerja Minta Penegakan Hukum Diperkuat
    • Siswa MAN Karo Raih Gold Medal WICE 2026 Malaysia Lewat ECORED
    • Tragedi Aris Sanda di Papua, GP Al Washliyah Kecam Keras KKB dan Dukung TNI-Polri Bertindak Tegas
    • Pergantian Mendadak, Kredibilitas Fiskal, dan Pertanyaan yang Harus Dijawab Presiden
    Facebook X (Twitter) Instagram
    garisbawahgarisbawah
    • Home
    • Nasional
    • Sumut
    • Medan
    • Politik
    • Opini
    • Peristiwa
    • Gaya Hidup
    garisbawahgarisbawah
    Home»Opini»Gubsu: Dari Sipiongot Menuju Nias
    Opini

    Gubsu: Dari Sipiongot Menuju Nias

    garisbawahBy garisbawah21 Juli 2026 Opini
    Zakaria Siregar

    Oleh: Zakaria Siregar

    GEBRAKAN Gubsu Bobby Afif Nasution untuk mempercepat proses pembangunan memang patut mendapat apresiasi. Setidaknya, pasca memastikan proyek pembangunan jalan di Sipiongot Padang Lawas Utara berjalan, sekarang Gubsu Bobby Afif Nasution berpindah ke Kepulauan Nias.

    Bukan main-main, mulai pekan ini Gubsu dan Wagubsu secara bergantian akan berkantor di Kepulauan Nias selama 3 bulan.

    Kantor Gubernur yang biasanya identik dengan gedung megah di ibu kota provinsi kini berubah. Gubsu Bobby Afif Nasution memilih membawa kantornya ke Kepulauan Nias untuk melihat langsung proyek pembangunan di sektor pendidikan, prasarana jalan dan jembatan serta sektor kesehatan.

    Bahkan berdasarkan informasi yang beredar di media, Gubsu Bobby Afif Nasution dijadwalkan menonton dan berdialog langsung bersama masyarakat.

    Langkah politik dari pejabat sekelas Gubernur ini menarik. Jarang dan nyaris belum pernah dilakukan pejabat-pejabat sebelumnya. Pertanyaannya sederhana, Mengapa keputusan ini menarik?

    Sebab dalam komunikasi politik, seorang pemimpin sebenarnya tidak hanya berbicara melalui pidato tetapi juga berbicara melalui tindakan. Bahkan sering kali tindakan lebih nyaring daripada suara.

    Murray Edelman ilmuan politik asal Amerika menyebutnya sebagai politik simbolik untuk membangun makna di mata publik. Memindahkan kantor Gubernur ke Nias adalah simbol. Simbol bahwa pemerintah ingin mengatakan “Kami hadir”. Bukan sekadar hadir melalui baliho, media sosial atau konferensi pers tetapi hadir secara fisik.

    Hal yang sama dilakukan Gubsu Bobby Afif Nasution ketika melihat langsung kondisi jalan di Sipiongot Padang Lawas Utara yang puluhan tahun tak tersentuh pembangunan. Masyarakat mungkin lupa isi pidato seorang pejabat. Tetapi mereka jarang lupa ketika seorang pemimpin datang ke kampungnya, merasakan langsung kondisi jalan yang rusak, masuk ke sekolah anak-anak mereka atau duduk mendengar keluhan warga. Kehadiran adalah bahasa yang tidak memerlukan penerjemah.

    Terkhusus buat masyarakat kepulauan Nias, ada satu persoalan klasik dalam hubungan antara pemerintah provinsi dan daerah-daerah kepulauan. Bukan sekedar jarak geografis tapi juga jarak psikologis. Masyarakat di daerah yang jauh sering merasa pemerintah hanya dekat ketika musim kampanye tiba. Setelahnya semua kembali terasa sangat jauh. Sebab itu, terlepas dari janji kampanye, keputusan Gubsu untuk berkantor di Nias memiliki makna sosial yang penting.

    Dalam teori political public relations, komunikasi pemerintahan yang efektif bukan hanya menyampaikan informasi tetapi bagaimana membangun rasa percaya bahwa pemerintah benar-benar bekerja untuk masyarakat. Menariknya lagi, langkah politik Gubsu Bobby Afif Nasution tidak sekedar pada lokasi kerja gubernur yang berpindah. Keputusan itu langsung diarahkan kepada tiga persoalan krusial; pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.

    Ketika publik terus membaca bahwa gubernur memeriksa sekolah, jalan, pelabuhan dan rumah sakit, maka yang tertanam dalam ingatan masyarakat bukan sekadar bahwa Bobby berada di Nias. Yang melekat adalah bahwa pemerintah sedang mengurus pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Inilah adalah kekuatan dan strategi narasi komunikasi politik ala Bobby Afif Nasution.

    Ada lagi bagian kecil yang mungkin justru paling penting. Gubernur dijadwalkan akan nonton bareng dan berdialog langsung dengan masyarakat. Bagi sebagian orang, kegiatan itu mungkin terlihat biasa, sekadar acara seremonial. Padahal dari sudut komunikasi politik, kegiatan seperti inilah yang sering menjadi pembeda.

    Dialog akan mengubah komunikasi satu arah menjadi komunikasi dua arah. Pemimpin tidak hanya berbicara tetapi juga mendengar. Karena, komunikasi yang sehat adalah komunikasi yang memberi ruang timbal balik. Pemerintah bukan hanya mengirim pesan, tetapi juga menerima pesan dari masyarakat. Inilah titik krusial bagaimana menumbuhkan kepercayaan.

    Namun, komunikasi politik selalu memiliki dua sisi mata uang. Simbol memang penting, seorang gubernur bisa berkantor di mana saja. Tetapi masyarakat akhirnya akan bertanya satu hal. “Apa yang berubah setelah itu?”. Pertanyaan inilah yang menentukan apakah sebuah langkah politik Gubsu Bobby Afif Nasution akan dikenang sebagai legacy atau pencitraan.

    Keberhasilan komunikasi pemerintah tidak ditentukan oleh seberapa besar harapan yang dibangun, melainkan seberapa jauh harapan itu benar-benar diwujudkan. Semakin tinggi ekspektasi publik, semakin besar pula tanggung jawab pemerintah untuk membuktikannya. Karena itu, keberhasilan program berkantor di Nias bukan akan diukur dari banyaknya foto dan video yang beredar di media sosial. Melainkan dari apakah jalan menjadi lebih baik?.Apakah sekolah menjadi lebih layak?. Apakah pelayanan kesehatan semakin mudah?. Apakah pelabuhan semakin berfungsi?. Dan yang paling penting, apakah masyarakat Nias benar-benar merasa pemerintah kini lebih dekat daripada sebelumnya.

    Pada akhirnya, politik bukan hanya soal memenangkan pemilu. Politik adalah seni menjaga kepercayaan dan kepercayaan tidak dibangun oleh kata-kata yang indah. Melainkan dibangun oleh langkah kaki yang benar-benar sampai ke tempat yang selama ini terasa jauh. Sebab itu, langkah politik Gubsu Bobby Afif nasution memindahkan kantor gubernur ke Nias tidak sekadar sebagai berita tetapi sebuah pesan bahwa kekuasaan tidak selalu harus menunggu rakyat datang.

    Sesekali, kekuasaan harus belajar mendatangi rakyat. Dalam demokrasi, sering kali perjalanan menuju kepercayaan memang dimulai dari langkah yang sederhana: hadir.

    (Penulis adalah Dosen UISU/Ketua Yayasan Gempita Kreasi Indonesia)

    Dari Sipiongot Menuju Nias Gubsu Bobby Nasution opini
    Share. Facebook Telegram Email WhatsApp Threads

    Berita Terkait

    Pergantian Mendadak, Kredibilitas Fiskal, dan Pertanyaan yang Harus Dijawab Presiden

    15 September 2026

    KAHMI Medan Butuh Imam Pembawa Gagasan, Bukan Sekadar Seremonial

    11 September 2026

    Dari Secangkir Tradisi Menuju Episentrum Solusi: Sebagai Ruang Publik Baru di Sumatera Utara

    27 Juli 2026
    Berita Terbaru
    Labuhanbatu

    BPC HIPMI Labuhanbatu Bagikan Masker kepada Masyarakat di Tengah Kepungan Asap di Rantauprapat

    By Garis Bawah16 Oktober 202613

    GARISBAWAH.COM, RANTAUPRAPAT – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda…

    Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos

    12 Oktober 2026

    Soroti Dugaan Penyimpangan Rp73,8 Miliar di PT PSU, FKMM Sumut Geruduk Kejatisu

    9 Oktober 2026

    Aminullah Siagian Terima Mandat Forum Alumni UINSU Jabodetabek, Siapkan Penguatan Jejaring Alumni

    8 Oktober 2026
    Sosial Media
    • Facebook
    • Instagram
    • YouTube
    • TikTok
    GarisBawah
    GarisBawah

    Memberikan informasi terpercaya dan akurat.

    Facebook Instagram YouTube TikTok
    Pilihan

    BPC HIPMI Labuhanbatu Bagikan Masker kepada Masyarakat di Tengah Kepungan Asap di Rantauprapat

    16 Oktober 2026

    Sekjen PP GP Al Washliyah Apresiasi Operasi Gabungan Pemberantasan Narkoba di Kampung Ambon dan Kampung Boncos

    12 Oktober 2026

    Soroti Dugaan Penyimpangan Rp73,8 Miliar di PT PSU, FKMM Sumut Geruduk Kejatisu

    9 Oktober 2026
    Populer

    Praktisi Hukum Irham Lubis, M.H Soroti Kinerja Bupati Madina, Dorong Kerja Nyata untuk Masyarakat

    27 Agustus 202678

    Dulu Nangis Minta Keyboard, Anak Wartawan Ini Kini Jadi Saxophoneist dan Sandang Gelar S.Pd

    29 Agustus 202638

    YSW Merdeka Cup 2026: 48 Tim Adu Strategi dalam Tournament Truf Gembira di Cempaka Putih

    23 Agustus 202633
    © 2026 garisbawah.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.